Sajak - Asy Syair (Manuskrip Pandang)

[source]

ASY SYA'IR (MANUSKRIP PANDANG)
oleh Kar.ka.ta
 
boleh jadi dua tatap ini telah usai,usah saling bertemu pandang.
dua hati telah bergaduk, beradu mata yang kini telah berjauhan.
mufakat ingin telah sirna tampaknya, temu rayu sudah tidak lagi semata wayang.
taklik sering agaknya telah berai barangkali, mengakali setiap pertemuan yang telah khatam meminang.
menjadikan alkisah ini serupa syair, manuskrip!
Ya, sudah barang tentu; sangat ketara.
Tahukah puan betapa nikmatnya perih ini tercipta?
bertahan dengan sewindu warita ballada.
walau hanya sesaat, selingan yang dulu kudapati memeluk mesra, masih saja menjelma rindu berirama.
akankah berubah serupa bayang-bayang selamanya?
namun kudapati surahku dalam qalbu terus melafaz, bagaimana lagi kuartikan semua ini dalam nyata.
telah banyak parafrasa,
romansa yang kutulis sebelumnya dalam "memorabilia es kopi susu" telah menghunjam.
nukilan sepasang kita dalam tunggal, kausal lewat kenangan yang mendewasakan.
namun pada mimbar mana lagi risalah ini dapat kubaca, tanyaku pada tuan!
sementara jeluang kian habis dipakai pujangga,
yang tersisa hanya bait-bait kecil tanpa ujung, digores hanya pada bekas plano usang.
dan inilah manuskrip pandang; berperi, serupa madah, telah jadi.



Posting Komentar

advertise
advertise
advertise
advertise