Puisi - Masih Apatis

 


PUISI - MASIH APATIS
oleh Aris Maulana
 
mengangkat tangan, tunjuk jari tengah.
lekuk sembarang, masa bodoh.
dunia terlihat redup; akhlak compang camping, budi pekerti bobrok, etika, kultur, moral, tata susila.
tiranis pada sekitar, adiwangsa.
malah sebaliknya, untuk apa senarai ini puan artikan? tuan tentu bukan filsuf.
bahkan suap nasimu sekali sehari, pun saja tidak.
semesta belum menginzinkanmu diujung tombak
sekapur sirihmu masih alang kepalang.

alkisah ini bait analogi diri.
terjebak macet diambang kepiluan hidup yang mengancam jati.
anarki terpendam, pernak pernik angan mengawang luas.
saat perbuatan angkat bicara tentang keegoisan, batil bicara anomali
memandang nyata lewati ekor mata
menyandang malu, meredam remuk, menawar kenyataan
masih, apatis.
masih.


Posting Komentar

advertise
advertise
advertise
advertise