Puisi - Elegi Ibukota

[source]

PUISI - ELEGI IBUKOTA
oleh Aris Maulana
 
jutaan nyawa mengadu nestapa
melukis senja di ujung hamparan dusun sempit
tiada upaya, mereka hanya sahaya
mengobati sakit pada asa sang maha sipit

melarungkan sarap pada fikrah sang penguasa
seolah asal mengajarkan doktrin pindah
sementara terik terus merinai menyelubungi jiwa
mengapa kau ceraikan desa penuh tadah?

migrasi menawarkan polusi,macet mengasapi kepindahan
ibu kota terus terlepa sakit
menanggung kelaparan, pegangguran
melodi desa gagal menggoda insan berbangkit

ibu kota ingin pindah rupanya
ingin menghela napas katanya
sudah tak sudi di rasuk penduduk
ingin sarak dengan bujuk
 


Posting Komentar

advertise
advertise
advertise
advertise