Puisi - Merayakan (Patah Hati)




PUISI - MERAYAKAN (PATAH HATI)
oleh : Aris Maulana

berpuluh-puluh malam tanpa mengais rindu sang amerta

satu malam saja meramu serupa temu

mengobati sedikit candu, terakhir membuncah oleh cerita

saat jejak-jejak getir menguntir pilu


Aku - kamu. Membisu di sudut temu, ditemani elegi

pilu berzikir, duka bertasbih. Teduhku dirampas takdir eulogi

muslihat syair telah dikubur titah rabulizat

mengijabkan petuah alam, merayakan perampasan cinta oleh maujudat


haramkah rasa ini terus berwujud di hati?

sementara, perihnya kehilanganmu. Menjadi perayaan patah hati paling delusi

logikaku meronta, nalarku luruh tersentuh air mata

buana - bumantara terisak menahan sedu, arkian berantakan menafsirkan nyata



Aceh, 3 Maret 2021



Posting Komentar

advertise
advertise
advertise
advertise