Puisi - Romansa Sejawat

  Aris Maulana

Romansa Sejawat


berjalan bertalian, beriringan menggapai harap, bersama.
berdendang satu lagu, mengalun satu padu
meruntuh serempak, mengepak sayap pada tiap helai hirap cita
merayau harapan tatkala becek berirama, bermadu waktu

gaun dunia semakin lusuh, tak bisa dijahit ulang
tidak kembali tatkala haluan berbalik, apalagi pulang.
kita hanya sepasang cecunguk, menunggui langit menangis, 
menanti rintik kesedihan. memandikan layunya semangat, kita meringis

kita bagai hantu, menangkap gerutuan sang pemberi tumbal waktu
ketika sendu menghampiri, kembali teringat senyum jahanam mu
mencoba menghempaskan tali ke langit, meruntuhkan bumi lewat cita cita
kau persekusi sangkaan, kau meneriakkan "Aku ditampar dunia" 

kebersamaan ini bercucuran deras pada aliran semangat kita
basah kuyup kita di masa lalu, menjelmai kemarau masa kini
menghunus pedang tajam, menebas kebimbangan hati
di puncak harapan kita bercerita. kau - aku, dua sejawat menjelma raja




Aceh, 23 Maret 2021


Newest Post
`