Puisi - Elegi Ibu Kota

Aris Maulana

Elegi Ibu Kota


jutaan kehidupan mengadu nestapa
melukis senja di ujung hamparan dusun sempit
tiada upaya, mereka hanya sahaya
mengobati sakit pada asa sang maha sipit

melarungkan sarap pada fikrah sang penguasa
seolah asal mengajarkan doktrin pindah
sementara terik terus merinai serupa jiwa
mengapa kau ceraikan desa penuh tadah?

migrasi menawarkan polusi,macet mengasapi kepindahan
ibu kota terus terlepa sakit
menanggung kelaparan, pengangguran
melodi desa gagal menggoda insan berbangkit

ibu kota ingin pindah rupanya
ingin menghela napas katanya 
sudah tak sudi di rasuk penduduk
ingin sarak dengan bujuk

 

Aceh, 4 Maret 2021


`