Puisi - Alusi Patah Hati

 Aris Maulana

Alusi Patah Hati


sederet tawa di bibir sumbingku karam sudah 
sepi menyelimuti hati, temaramnya senja semakin tak terarah
syair elegi terus terngiang, mengiang di sudut relung
ragaku mulai bingung, termengung

mengapa begitu ringkih,semisal temu masih mertamu
mengapa begitu kelu,semisal dayu masih mengemu
mengapa begitu getir,semisal hadir masih menganulir
mengapa begitu campah, semisal sepah masih kau kulum bibir

nuzul riasmu begitu kelebat, menghiasi sepintas ramu kita
laksana digiring dalil akli. rupamu kian fana
gegap gempita nafasmu, memberi geriap pada hilangnya hujah sosok

fuadku dipatahkan berkala, sepertikan ingin dirayakan
lilin lilin kecil penghias pusara telah ku nyalakan  
merayakan alusi patah hati paling rajam


Aceh, 20 Maret 2021


`