Welcome to

Duatigajuni Best Post Puisi Sajak Monolog Narasi Pentigrag

a collection of my writings, some have been included in a poetry competition.

Duatigajuni best
showcases the best reading
for you!

Puisi

I will upload all the poems that I have ever written on this page. without exception

Sajak

I will upload all the posts that I have ever written on this page. without exception

Cerpen

I will upload all the short stories that I have written on this page. without exception

Pentigraf

all pentigraphs that I have ever written, I will upload on this page. without exception

Monolog

I will upload all the monologues that I have written on this page. without exception

Naration

I will upload all fragments of the naration that I have written on this page. without exception

Essence of the Word

about a writing that can be enjoyed with different nuances, maybe we thought if it was a sound. We also think if it is a conversation that is recorded and then given music to add to its beauty. We'll try to present it via video, enjoying the aesthetics of writing from all directions. for you lovers of the art of writing.

DUATIGAJUNI

DUATIGAJUNI

Greetings to all connoisseurs of narration, monologue, poetry, who listen through voice media, sometimes voice can make someone understand more than writing, here is the best voice for you.

Best Features

DUATIGAJUNI
to backlinks supporting

There are many places that I can use to create backlinks, the goal is only to find page one on Google pages and other launch engine pages. here are some backlinks that I officially use with the duatigajuni.my.id account.

We tried to make

Github

If you search for the keyword duatigajuni on google, then you will find lots of backlinks with these keywords, and all of them come from the official github & duatigajuni.my.id

Wikimedia Commons

if you search for the keyword duatigajuni on wikimedia, then you will find many image formats that are backlinked with the same keyword, and that also comes from the official wikimedia & duatigajuni.my.id

Hive

I recently came across a writing platform that is paid for with crypto coins, if you are interested you can find me on the & Hive Blog

the results of participating in a poetry event

There are several poetry events that I have participated in with various results, I am proud to be able to participate in the event, along with the data on participating in the event I will give to you the readers of my work

1%
Winner
15%
on the book
30%
certificate
40%
participant

Poetry event Participation

A few weeks ago I was actively participating in writing events on Instagram, and apparently there were some of my poems that made it to the list of poetry anthologies, here are some certificates as proof that I have ever participated in the event.

Collection of Quotes (Novel on process)

01. Sebuah Keputusan (quotes)
"Perasaan hati Juni bagaikan terbelah menjadi dua, berkecamuk dalam dukacita hebat: antara menyatakan lara atau melahirkan bahagia. Betapa rasa bimbang sangat menodai perasaannya. Juni bergerak lesu meninggalkan Amirul yang berdiri mematung di sudut ruangan, tampak senyuman amis menghiasi raut mukanya yang pucat pasi. ."
02. Sebuah Keputusan (quotes)
Juni dan Ilham akhirnya meninggalkan halaman rumah Rauza seperti angin yang berlalu. Lajunya begitu pelan seolah-olah ingin menyiratkan perpisahan pada segala yang ada disana. Perpisahan pada pintu pagar rumah Rauza. Selamat tinggal karena selama ini telah menjadi tempat bersandarnya Rauza saat tersenyum manis padanya. Sampai berjumpa pula, pada pohon manga yang berbuah manis saat Juni memetiknya untuk Rauza. Terakhir, pada ayunan yang berada tepat dibawah pohon mangga, terimakasih telah mengayunkan tawa ria saat Juni dan Rauza duduk diatasnya. Terimakasih atas semua kenangan yang pernah ada.
03. Sebuah Keputusan (quotes)
Hadirnya sosok sahabat pada saat sedang tertimpa masalah merupakan sebuah anugerah terindah yang patut disyukuri. Mengingat sudah lebih dua windu Juni dan Ilham saling mengisi. Namun belum tampak sekalipun adanya bumbu-bumbu hambar pada hubungan persahabatan mereka. Jika pun tengah bertengkar hebat, bukan lintasan menyudahi yang mereka tempuh, bahkan dengan banyaknya pertengkaran, batang persahabatan ini terus tumbuh besar hingga sekarang. Rimbun serta rindang. Pertengkaran seolah-olah pupuk mujarab untuk menumbuhkan pohon kanti sampai tak terlihat pucuknya.
04. Sebuah Keputusan (quotes)
Apa yang ada di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Tuhanmu adalah kekal. Untaian kata yang hampir mirip dengan sebuah nasehat, tiba-tiba mengalun syahdu dari balik pintu kamar yang ternganga. Tampak seorang lelaki berperawakan kurus, tinggi semampai, berlesung pipi, memakai kain sarung warna hitam kumbang. Terlihat semakin berwibawa dengan adanya peci berhiaskan corak pintu Aceh berwarna kuning keemasan di kepalanya.
05. Juni dan Rauza (quotes)
Keterpurukan yang semakin nyata terlihat ini, telah mengharuskan Juni agar supaya menyelimuti separuh waktunya yang terbuang dengan sia-sia itu dengan rasa ikhlas yang amat sangat. Di manapun, dan pada siapapun juga. Rasa sakit yang pontang-panting dirasanya akan menjadi sebuah pelajaran paling berharga dalam kehidupnya kelak. Sakit akibat merelakan. Terluka oleh rasa mengikhlaskan. Secara gamblang akan membentuk sebuah karakter dalam diri Juni untuk lebih lapang dada menerima suatu kenyataan pahit, untuk lebih patuh oleh ketetapan Sang Maha Cipta, bahwa yang selama ini diharapkan belum tentu menjadi cita-citanya kelak.
06. Juni dan Rauza (quotes)
Apa yang Ia rasakan tentunya menjadi eulogi yang membuatnya sangat sukar untuk sekedar ikut mempertemukan kedua bulu pada bola matanya, sebuah pilihan untuk menjadi pribadi yang "Masa Bodoh" serta-merta menuntun pola tingkah yang dianut oleh Juni; telah menjadikannya nyaman saat mencoba berbeda dengan orang lain. Gelagatnya memang kurang baik, namun tatapan lekat-lekat dari kegagalan yang dialami oleh Juni beberapa pekan terakhir telah membuatnya ingin mengutuk serta mengacungkan jari tengah pada siapa saja yang pernah menjadi prioritas nya kala itu, ada banyak hal yang Ia rasakan hilang saat sebuah ketimpangan menyelimutinya; teman, sahabat, keluarga, bahkan pacar. "F*ck Everywhere" suara gemeretak keluar dari celah-celah gigi Juni.
07. Juni dan Rauza (quotes)
“Juni laksana berembuk pada dirinya sendiri. Seakan-akan bayangan tubuh Rauza sedang bersandar di pundaknya, menjelma serupa takdir yang tidak dapat dipeluk nyata olehnya. Tatkala dia mencoba untuk lupa, detik itu pula semua alunan indah perkara Rauza seperti di aransemen ulang, akapela musik tanpa alat seakan-akan mengalun alang, melayang-layang di udara seperti tak ingin membumi. Tercium lagi harum semerbak batang tubuh Rauza, seperti sedang mendekap dan menyeka peluh didahi Juni yang semakin mengucur deras karena rindu.
08. Juni dan Rauza (quotes)
Mengapa harus pilu pada lara, sementara ada banyak bahagia dibalik larung, jelas sebentuk kehilangan adalah risiko sebuah pertemuan, resah sewajarnya saja. Juni mencoba terlihat bijak, sementara itu: tinta takdir sedang terciprat padanya, sangat hitam, sangat pekat. Dia seperti mengingat, betapa lantang badai takdir yang dihadapinya saat ini. Kembali mata Juni memejam, namun belum tampak erat, pupil matanya belum mampu menjabat, walau telah dipaksa lekat.

About an Article

Writing is not about what is written, writing is an art form of feelings that are never expressed. Express all the things you feel in writing, hopefully the universe will appreciate what you write more than what you say.

Puisi - Massal

PUISI - MASSAL Oleh : Karkata   untukmu yang kututur pada rasa; kemana? untukmu yang melekat dalam ingatan semesta; dimana? terpagu pada sesak, terisak manja tersungkur dalam nyata; maya, tiada unt…

Puisi - Aceh 26 Desember (Tsunami Tiba)

[ source ] PUISI - ACEH 26 DESEMBER (TSUNAMI TIBA) oleh Karkata Pagi itu bumantara bergemuruh  Buana bergejolak runtuh, sepertikan rimpuh  Kirana mendadak keruh, dedaunan luruh  Laut menjamah darat…

Puisi - Rapai

[ source ] PUISI - RAPAI oleh Aris Maulana Tabuh, menabuh Remuk redam dalam syair  Memukul kepercayaan dengan peluh Tangan gemulai pemetik anyelir Lantunan kompang Banda khalifah Membakar semangat ke…

Sajak - Aku Mencintaimu dengan Cara Tidak Memilikimu

[ source ] SAJAK - AKU MENCINTAIMU DENGAN CARA TIDAK MEMILIKIMU oleh Kar.ka.ta   senja takjub, menatap rembulan yang kilaunya sangat merona, angin malam menyelimuti raksi delima rupamu. hembusan j…

Sajak - Asy Syair (Manuskrip Pandang)

[source] ASY SYA'IR (MANUSKRIP PANDANG) oleh Kar.ka.ta   boleh jadi dua tatap ini telah usai,usah saling bertemu pandang. dua hati telah bergaduk, beradu mata yang kini telah berjauhan. mufakat i…